Pulau Kunti di Sukabumi Tak Seseram yang Dibayangkan: dari Destinasi Wisata Menjadi Kawasan Konservasi

- 11 Juni 2024, 21:04 WIB
Pulau Kunti di Sukabumi kini dijadikan kawasan konservasi dan terlarang untuk dikunjungi wisatawan.*
Pulau Kunti di Sukabumi kini dijadikan kawasan konservasi dan terlarang untuk dikunjungi wisatawan.* /Mohamad Ridwan/Istimewa/

KABAR BANJAR - Terletak di ujung barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Pulau Kunti sebenarnya memiliki daya tarik wisata yang sangat memikat dengan pesona alam luar biasa. Namun, keindahan pulau kecil tersebut kini tak bisa lagi dinikmati dari dekat, karena pemerintah telah menutup kawasan tersebut dan menjadikannya sebagai kawasan konservasi.

Meski telah ditutup, namun pengunjung tetap bisa menyaksikannya dari jauh, melalui objek wisata yang berada di sebelahnya. Pulau Kunti merupakan bagian dari Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark, menghadirkan panorama menakjubkan dengan tebing batu karang yang kokoh, pantai berpasir putih, dan air laut biru jernih.

 Untuk menuju ke lokasi Pulau Kunti dari ibukota Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu menempuh perjalanan sejauh 40 kilometer menuju lokasi Pantai Pasir Putih Ciletuh. Dari sini kemudian menuju ke Dermaga Palangpang. Di dermaga tersebut, pengunjung bisa menggunakan jasa nelayan pemilik perahu wisata untuk diantarkan ke Pulau Kunti.

Baca Juga: Wisatawan Kagum, Ada Bendera Merah-Putih Sepanjang 1.000 Meter Diarak di Sepanjang Jalan Wisata Pangandaran

Pada awalnya, Pulau Kunti menyimpan misteri keangkeran bagi penduduk setempat. Sesuai dengan namanya, Pulau Kunti disematkan pada kawasan tersebut karena seringnya terdengar suara perempuan tertawa menyerupai ringkihan tawa kuntilanak, sosok hantu berwujud perempuan yang diyakini masyarakat.

Hingga belakangan diketahui, bahwa suara mirip tertawa kuntilanak tersebut ternyata sebenarnya dihasilkan dari peristiwa alam ombak yang menabrak karang.

Pulau Kunti dikelilingi oleh tebing batu karang yang menjulang tinggi, tercipta dari batuan konglomerat hasil letusan gunung berapi jutaan tahun silam. Keunikan tebing ini menghasilkan suara khas saat terkena deburan ombak, bagaikan suara tawa yang menjadi legenda pulau ini.

Baca Juga: Bendungan Leuwikeris Segera Diresmikan, Ada Potensi Wisata Apa Saja di Sana?

Pantai di Pulau Kunti memiliki pasir putih yang halus dan air laut biru jernih, menjadikannya tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati panorama alam. Sebelum kawasan ini ditutup, banyak orang yang mendatanginya karena penasaran, bukan saja dengan keindahannya tetapi dengan kebenaran cerita adanya suara tertawa kuntilanak tadi.

Halaman:

Editor: Mohamad Ridwan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah