Sidang Putusan Kasus Miras Hilangkan 3 Nyawa Ditunda, Massa Teriakan Salam Cinta Damai

- 21 Mei 2024, 17:28 WIB
Majelis Hakim tunda sidang putusan perkara pesta miras yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia,  dari jadwal putusan 21 Mei menjadi 3 Juni 2024 mendatang.
Majelis Hakim tunda sidang putusan perkara pesta miras yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia,  dari jadwal putusan 21 Mei menjadi 3 Juni 2024 mendatang. /Kabar Banjar/D.Iwan

KABAR BANJAR - Majelis Hakim tunda sidang putusan dua terdakwa AK dan DH perkara miras yang diduga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Dari rencana diputus pada 21 Mei 2024, berubah menjadi 3 Juni 2024. Perubahan sidang putusan ini disampaikan Majelis hakim saat sidang yang dihadiri dua terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Kota Banjar, Selasa (21/5/2024).

Majelis Hakim perkara kejahatan yang membahayakan keamanan bagi orang atau barang ini dipimpin langsung Ketua Majelis, Lia Yuwannita, Muhamad Adi Hendrawan,  Petrus Niko Kristian dengan Panitera Pengganti, Nira Irawati.

Baca Juga: 3 Orang Tewas Akibat Miras Oplosan, JPU Pragesta : 2 Terdakwa Dituntut 10 Tahun Penjara

" Sidang putusan perkara miras ditunda sampai tanggal 3 Juni 2024, karena selain Majelis Hakim belum bermusyawarah, Hakim Ketua akan mengikuti pelatihan dari Mahkamah Agung," ucap Humas PN Kota Banjar, Petrus Niko Kristian.

Diketahui, saat penundaan sidang putusan itu, hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Banjar, Pragesta Sudarso,  Penasehat Hukum terdakwa, Nesa Hadi, keluarga korban meninggal dunia serta belasan anggota Gibas Kota Banjar.

Usai Majelis Hakim  menyatakan persidangan ditunda dan hadirin membubarkan diri dari ruang sidang utama PN Kota Banjar, sekelompok masyarakat berseragam hitam-hitam dari Ormas Gibas, teriakan Salam Cinta Damai di teras PN Kota Banjar.

Massa Ormas Gibas Resort Kota Banjar teriakan Salam Cinta Damai usai sidang putusan ditunda di PN Kota Banjar, Selasa (21/5/2024).
Massa Ormas Gibas Resort Kota Banjar teriakan Salam Cinta Damai usai sidang putusan ditunda di PN Kota Banjar, Selasa (21/5/2024). Kabar Banjar/D.Iwan
" Harapan kami, semoga vonis bisa lebih dari tuntutan JPU.
Karena ini menyangkut nyawa, apalagi almarhum sebagai kepala keluarga yang meninggalkan anak-anak yang masih kecil dan masih sekolah di sekolah dasar. Tentunya, itu mempunyai harapan yang sangat besar dari almarhum semasa hidup agar kelak anak-anaknya bisa lulus sekolah ke jenjang yang lebih tinggi ," ucap Ketua Resort Gibas Kota Banjar, Ginting Gintara.

Sebelumnya, saat sidang pembacaan tuntutan JPU Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Kamis,15 Mei 2024, JPU menuntut dua terdakwa yang diduga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Yaitu, AK dan AH, masing-masing selama 10 tahun penjara.

Menurut JPU, Pragesta Sudarso, dituntutnya dua terdakwa masing-masing 10 tahun penjara itu. Diantaranya dengan pertimbangan perbuatan terdakwa yang memberatkan itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kemudian, dua terdakwa tidak melakukan permohonan maaf kepada keluarga korban meninggal dunia atau mediasi yang dibuat tertulis antara terdakwa dan keluarga korban meninggal dunia.

" Perbuatan dua terdakwa yang meringankan, tidak pernah melakukan perbuatan pidana yang berakibat dipenjara selama ini ," ucap JPU Pragesta.

Halaman:

Editor: Dede Iwan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah