124.716 Butir Obat Terlarang dan Sabu Sasaran Anak Muda Digagalkan Satnarkoba Polres Banjar

- 1 Februari 2024, 18:55 WIB
Kapolres Banjar AKBP Danny Yulianto didampingi Kasat Narkoba, AKP Jojo Sutarjo dan Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar, Aipda Nandi Darmawan, menunjukan barang bukti, saat presrilis keberhasilan Satnarkoba di Mako Polres Banjar, Kamis (1/2/2024).
Kapolres Banjar AKBP Danny Yulianto didampingi Kasat Narkoba, AKP Jojo Sutarjo dan Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar, Aipda Nandi Darmawan, menunjukan barang bukti, saat presrilis keberhasilan Satnarkoba di Mako Polres Banjar, Kamis (1/2/2024). /Kabar Banjar/D.Iwan

KABAR BANJAR - Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Banjar berhasil menggagalkan peredaran obat terlarang, obat keras terbatas sebanyak 124.716 butir di Kota Banjar.

Barang bukti ini berhasil diamankan dari jaringan Pulau Jawa di Kantor jasa pengiriman yang beralamat di Jalan Sudiro Lingkungan Gudang Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

Menurut Kapolres Banjar AKBP Danny Yulianto didampingi Kasat Narkoba, AKP Jojo Sutarjo dan Kasubsi Penmas Si Humas Polres Banjar, Aipda Nandi Darmawan, pengungkapan kasus ini merupakan kasus terbesar di Polres Banjar.

" Jenis jenis obat yang disita itu, diantaranya Alfazolam, tramadol dan obat yang tertuliskan Y". Totalnya mencapai mencapai 124.716 butir ," ucap Kapolres Banjar, saat presrilis keberhasilan Satnarkoba di Mako Polres Banjar, Kamis (1/2/2024).

Perkara ini terungkap berawal tertangkapnya satu tersangka EP (32) di Kota Banjar. Tersangka EP, merupakan residivis kasus narkoba yang mengedarkan obat-obatan terlarang di Kota Banjar selama ini.

Selanjutnya, Penyidik Satnarkoba melakukan pengembangan sampai daerah Tangerang. Terungkap, adanya dua tersangka, yaitu JA (33) dan SU (27).

Diketahui, kedua tersangka asal Tanggerang sebagai agen besar. Sementara, produsennya sampai saat ini masih tahap pendalaman penyidik sekarang ini.

Dijelaskannya, kedua tersangka merupakan jaringan Tangerang yang memiliki wilayah penjualan di Pulau Jawa, termasuk Kota Banjar.

" Karena tertangkapnya itu, obat-obat terlarang dari Jaringan Tangerang ini, belum beredar ke pasaran Banjar ," ucap Kapolres Banjar seraya menjelaskan sasaran peredaran obat tersebut berbagai kalangan,  termasuk anak muda atau pelajar.

Adapun omzet peredaran obat-obatan terlarang ini masih berkisar puluhan juta rupiah dengan keuntunganya mencapai jutaan rupiah.

Halaman:

Editor: Dede Iwan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah