Jelang Hari Raya Kurban, Permintaan Golok Galonggong Tasikmalaya Meningkat

- 11 Juni 2024, 10:42 WIB
Penjualan Golok Galonggong di Manonjaya Kab. Tasikmalaya.
Penjualan Golok Galonggong di Manonjaya Kab. Tasikmalaya. /Mohamad Ridwan/www.antaranews.com/

KABAR BANJAR - Jelang perayaan Iduladha yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2024, permintaan terhadap golok dan pisau sisit ke pusat penjualan golok di Galonggong Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya terus meningkat. Hampir setiap hari, para pedagang mengaku jumlah permintaan akan golok dan pisau sisit, yang akan digunakan untuk kepentingan memotong daging sapi dan menyisit kulitnya.

"Sejak seminggu ini, pesanan golok khusus penyembelih hewan hingga pisau kecil untuk menyisit kulit mengalami peningkatan," ujar salah seorang pedagang golok, Tatang yang memiliki lapak jualan di Jalan Manonjaya-Cineam itu.

Menurutnya, setiap menjelang hari raya Kurban permintaan akan golok memang selalu meningkat. Peningkatan tersebut mencapai 50-100 persen. Meski permintaan meningkat, katanya, ia tidak menaikkan harga jualannya. Selain untuk menjaga pelanggan, juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap golok Galonggong yang memang sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Para Pria Harus Tahu, Ini Jenis Parfum yang Jika Digunakan Semakin Berkeringat Malah Kian Wangi!

"Alhamdulillah setiap kali menjelang Idul Kurban, pesanan golok dan pisau sisit selalu mengalami peningkatan. Termasuk tahun ini, lumayan banyak," jelas Tatang.
Ia mengaku, harga jual untuk golok bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung kualitas, bahan dan pengerjaan. Sedangkan untuk harga pisau sisit ia jual antara Rp 25.000 hingga Rp 100.000.

Golok Galonggong memiliki ciri khas yaitu bilah melengkung dan di punggungnya setengah bilah ada segitiga. Selain itu, perah atau gagang golok dibuat dengan berbagai variasi disertai ukiran khas seperti jenis handle, kangkareng atau mamanukan dengan bahan dari tanduk hewan atau kayu berkualitas.

Nama Golok Galonggong memang sudah terkenal bahkan hingga ke luar Tasikmalaya. Konon, keberadaan para pengrajin dan pedagang golok Galonggong sudah ada sejak masa lampau. Ada yang menyebut sudah ada sejak jaman kerajaan Sunda, namun ada juga yang menyebut sejak tahun 1900-an.

Baca Juga: Memilih Sapi Kurban yang Layak dan Berkualitas: Berikut Panduannya

Dikutip dari Desk Jabar, Ketua Kelompok "Semangat Maju Bersama" salah satu UMKM yang mewadahi sekitar 25 perajin Golok Galonggong di Kecamatan Manonjaya, Dede Yayat menjelaskan, keberadaan Golok Galonggong di Tasikmalaya sudah ada sejak tahun 1920 dan perintisnya adalah Bah Marnaip. Saat itu Golok Galonggong dibuat untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar untuk berkebun atau pertanian. Selanjutnya 15 tahun kemudian Golok Galonggong mulai dipasarkan dan dikembangkan ke wilayah tetangga di antaranya area Banjar dan Pangandaran.

Halaman:

Editor: Mohamad Ridwan


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah